10 Lagu-lagu Kenangan Didi Kempot Yang Bikin Hati Ambyar!

Hari ini kita semua dikejutkan oleh berita meninggalnya salah satu seniman terbaik tanah air yakni Didi Kempot. Penyanyi Campursari Jawa yang dikenal dengan julukan The Lord and Godfather of Broken Heart oleh para penggemarnya ini meninggal pada 5 Mei 2020 pagi di RS Kasih Ibu, Surakarta, Jawa Tengah. Kepergiannya yang begitu mendadak membuat banyak orang bersedih dan kehilangan. Sosok almarhum juga begitu dermawan ketika beliau membuat Konser di Rumah guna menggalang dana untuk bantuan pandemi Virus Corona yang berhasil mengumpulkan dana hingga 7 miliar rupiah. Didi Kempot merupakan seniman yang sungguh-sungguh berbela rasa dan peduli terhadap sesama manusia.

Berita kepergian Didi Kempot ini membuat hati kita ambyar. Seperti dengan lagu-lagu milik Didi Kempot yang bertema patah hati dan membuat kita ambyar. Kami ajak Sweet Couple untuk mengenang sejumlah karya Didi Kempot semasa hidupnya yang banyak menghasilkan karya lagu-lagu patah hati dan ambyar. Berikut ini adalah lagu-lagu kenangan milik Didi Kempot yang bisa bikin hati kita ambyar saat mendengarkannya:

Stasiun Balapan

Lagu kenangan milik Didi Kempot yang paling terkenal di kalangan Sobat Ambyar adalah Stasiun Balapan. Lagu kenangan Didi Kempot yang satu ini memang paling populer dan bisa dinikmati oleh siapapun, terutama Sobat Ambyar. Lagu yang hits pada 1990-an terinspirasi oleh Didi Kempot semasa masih sering mengamen di jalanan, salah satunya di area Stasiun Solo Balapan, di mana Didi Kempot sering menyaksikan momen perpisahan antarpasangan kekasih yang begitu menyayat hati. Hal itulah yang kemudian membuat Didi Kempot menciptakan lagu “Stasiun Balapan” yang begitu ambyar.

Ning stasiun balapan
Kuto solo sing dadi kenangan
Kowe karo aku
Naliko ngeterke lungamu

Ning stasiun balapan
Rasane koyo wong kelangan
Kowe ninggal aku
Ra kroso netes eluh ning pipiku

Da a… Dada sayang
Da… Slamat jalan

Sewu Kutho

Lagu kenangan milik Didi Kempot yang juga bisa bikin hati kita super-duper ambyar adalah Sewu Kutho. Lagu ini termasuk lagu campursari populer dan sering dibuat cover-nya di YouTube oleh banyak orang. Judul lagu ini jika diterjemahkan berarti Seribu Kota. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang sudah pergi ke banyak kota, hingga seribu kota demi bisa bertemu sejenak dengan orang yang pernah menjadi kekasihnya. Lagu milik Didi Kempot ini cocok untuk Sobat Ambyar yang belajar untuk ikhlas, tulus, dan move on dari mantan kekasih.

Sewo kuto uwis tak liwati
Sewu ati tak takoni
Nanging kabeh
Podo rangerteni
Lungamu neng endi
Pirang tahun aku nggoleki
Seprene durung biso nemoni

Wis tak coba
Nglaliake jenengmu
Soko atiku
Sak tenane aku ora ngapusi
Isih tresno sliramuUmpamane kowe uwis mulyo
Lilo aku lilo
Yo mung siji dadi panyuwunku
Aku pengin ketemu
Senajan sak kedeping moto
Kanggo tombo kangen jroning dodo

Layang Kangen

Lagu kenangan Didi Kempot yang satu ini juga menjadi lagu Didi Kempot yang bisa bikin hati kita menjadi ambyar. Dari judulnya saja, kita sudah tahu bahwa lagu ini bercerita tentang Kangen alias Rindu. Memang tidak salah lagi! Lagu Layang Kangen milik Didi Kempot ini bercerita tentang seseorang yang rindu dengan kekasihnya/pasangannya, tetapi belum bisa bertemu karena keadaan. Hmmm… rasanya lagu ini cocok untuk Sweet Couple yang LDR atau terpaksa “LDR Sementara” karena adanya pandemi Virus Corona. Liriknya begitu dalam, penuh makna, dan bikin siapapun yang mendengar akan ambyar hatinya.

Baca Juga :  Tempat-Tempat Kenangan Dalam Lagu Didi Kempot

Layangmu tak tompo wingi kuwi
Wis tak woco opo karepe atimu
Trenyuh ati iki moco tulisanmu
Ra kroso netes eluh ning pipiku

Umpomo tanganku dadi suwiwi
Iki ugo aku mesti enggal bali
Ning kepriye maneh mergo kahananku
Cah ayu entenono tekaku

Reff:
Ra maido sopo wong sing ora kangen
Adoh bojo pingin turu angel merem
Ra maido sopo wing sing ora trenyuh
Ra kepethuk sawetoro pingin weruh
Percoyo aku, kuatno atimu
Cah ayu entenono tekaku

Cidro

Lagu kenangan Didi Kempot berikutnya yang juga bisa bikin hati ambyar adalah “Cidro”. Cidro sendiri memiliki arti luka yang dalam dan parah. Cidro juga bisa berarti ingkar janji. Setelah mengetahui artinya, tentu kita akan tahu bahwa lagu ini bercerita tentang orang yang terluka hatinya karena kekasihnya ingkar janji. Liriknya juga membuat hati teriris-iris dan membuat hati ambyar. Siapa sih yang hatinya tidak ambyar karena kekasih sendiri yang selama ini dicintai dan dipercaya malah ingkar janji? Siapapun pasti akan sakit hati dan ambyar bukan? Didi Kempot mengangkat kisah tersebut menjadi sebuah lagu yang kemudian begitu digandrungi oleh fansnya para Sobat Ambyar.

Wis sakmestine ati iki nelongso
Wong seng tak tresnani mblenjani janji
Opo ora eling naliko semono
Kebak kembang wangi jroning dodo

Kepiye maneh iki pancen nasibku
Kudu nandang loro kaya mengkene
Remok ati iki yen eling janjine
Ora ngiro jebulmu lamis wae

Gek opo salah awakku iki
Kowe nganti tego mblenjani janji
Opo mergo kahanan uripku iki

Mlerat bondo seje karo uripmu
Aku nelongso mergo kebacut tresno
Ora ngiro seikine cidro

Banyu Langit

Lagu kenangan Didi Kempot yang berjudul Banyu Langit ini juga termasuk salah satu lagu kenangan Didi Kempot yang bisa bikin hati kita ambyar. Banyu Langit jika diartikan secara harafiah adalah Air Langit atau Hujan. Namun, arti Banyu Langit dalam lagu ini tentu lebih dari sekadar air hujan. Di sini Didi Kempot mengibaratkan tangisan kesedihan hatinya bagaikan tetesan hujan/banyu langit dari kahyangan yang turun ke bumi. Tangisan kesedihannya begitu menyesakkan dada karena menantikan kedatangan sang kekasih yang telah berjanji untuk bertemu, tetapi tak kunjung datang. Nyesek banget kan? Sudah sewajarnya jika lagu Didi Kempot yang satu ini bikin hati kita ikut ambyar.

sworo angin angin sing ngeridu ati
ngelingake sliramu sing tak tresnani
pingin nangis ngetoke eluh neng pipi
suwe ra weruh senadyan mung ono mimpi

ngalemo ngalem neng dadaku
tambanono roso kangen neng atiku
ngalemo ngalem neng aku
ben ra adem kesiram udan ing dalubanyu langit sing ono dhuwur khayangan
watu gedhe kalingan mendunge udan
telesono atine wong seng kasmaran
setyo janji seprene tansah kelingan

Tanjung Mas Ninggal Janji

Lagu Didi Kempot yang berjudul “Tanjung Mas Ninggal Janji” juga menjadi salah satu lagu yang bikin hati kita ambyar. Lagu yang mengambil latar tempat Pelabuhan Tanjung Mas Semarang ini memiliki cerita yang sama dengan lagu “Stasiun Balapan”. Intinya adalah rasa rindu yang membuncah bahwa akan bertemu kekasihnya setelah ditinggal pergi selama sebulan berujung ambyar karena sang kekasih tidak datang seperti yang sudah dijanjikan. Luar biasa ambyar bukan? Didi Kempot memang paling jago membuat kita semua seolah-olah terlibat dalam kisah lagu di dalamnya.

Baca Juga :  Potret Pesona Kota Surakarta “Solo” yang Jadi Kota Kenangan Didi Kempot

Bebasan Koyo Ngenteni Udan Ning Mongso Ketigo
Najan Mung Sedelo Ora Dadi Ngopo
Penting Iso Ngademke Ati

Semono Ugo Rasane Atiku
Mung Tansah Nunggu Tekamu
Ra Kroso Setaun Kowe Ninggal Aku
Kangen…Kangen’e Atiku

Aku Sik Kelingan Naliko Nang Pelabuhan
Kowe Janji Lungo Ra Ono Sewulan
Nanging Saiki
Wes Luwih Ing Janji
Nyatane Kowe Ora Bali-bali
Ning Pelabuhan Tanjung Mas Kene
Biyen Aku Ngeterke Kowe
Ning Pelabuhan Semarang Kene
Aku Tansah Ngenteni Kowe

Terminal Tirtonadi

Mengambil salah satu ikon kota Surakarta/Solo, lagu Didi Kempot yang berjudul “Terminal Tirtonadi” ini sukses membuat penggemarnya ambyar saat mendengarkan lagu ini. Lagu ini memiliki tema yang sama dengan lagu “Stasiun Balapan” dan “Tanjung Mas Ninggal Janji”, yakni menantikan kedatangan kekasih Kembali setelah sekian lama ditinggal pergi, tetapi nyatanya malah ingkar janji dan tak Kembali. Bayangkan jika Sweet Couple berada di posisi dalam lagu Didi Kempot itu, pasti akan ambyar juga bukan?

Nalikane ing tirtonadi
Ngenteni tekane bis wayah wengi
Tanganmu tak kanthi
Kowe ngucap janji
Lungo mesti bali

Rasane ngitung nganti lali
Wis pirang taun anggonku ngenteni
Ngenteni sliramu
Neng kene tak tunggu
Nganti saelingmu

Moso rendeng wis ganti ketigo
Opo kowe ra kroso
Nek kowe esih eling lan tresno
Kudune kowe kroso

Nalikane ing tirtonadi
Ngenteni tekane bis wayah wengi
Tanganmu tak kanthi
Kowe ngucap janji
Lungo mesti bali

Suket Teki

Dalam menciptakan lagu, Didi Kempot seringkali menggunakan perumpamaan. Salah satunya adalah lagu “Suket Teki”. Jika diterjemahkan secara harfiah, maka “Suket Teki” berarti rumput ilalang, yang artinya seseorang menanam padi, tetapi hasilnya malah tumbuh rumput ilalang.  Ibaratnya adalah Didi Kempot sudah berusaha untuk mengusahakan yang terbaik dan melakukan banyak pengorbanan untuk kekasihnya, tetapi hasilnya malah tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Akhirnya ia memilih mundur dan mengalah daripada harus terus menerus disakiti dan dibohongi oleh kekasihnya. Wah, lagu ini ternyata ambyar banget ya Sweet Couple?

Aku tak sing ngalah
Trimo mudur timbang loro ati
Tak uyako wong kowe wis lali
Ora bakal bali

Paribasan awak urip kari balung
Lilo tak lakoni
Jebule janjimu jebule sumpahmu
Ra biso digugu

Wong salah ora gelem ngaku salah
Suwe-suwe sopo wonge sek betah
Mripatku uwis ngerti sak nyatane
Kowe selak golek menangmu dewe
Tak tandur pari jebul tukule suket teki

Pamer Bojo

Lagu Didi Kempot yang satu ini juga bakal bikin siapapun yang mendengarnya akan ambyar seketika hatinya. Lagu yang berjudul Pamer Bojo ini memiliki lirik sederhana, tetapi sangat mendalam dan menyayat hati, khas ala Didi Kempot. Bagaimana tidak? Lagu Didi Kempot ini menceritakan tentang seseorang yang dibohongi oleh kekasihnya dan sang kekasih malah “memamerkan” suami barunya kepada orang itu. Akibatnya, merana dan ambyar sudah hatinya. Duh, sakit hati banget ya? Sudah sekian lama menemani eh malah tega-teganya dibohongi dan dipameri suami baru. Wajar saja jika siapapun akan ambyar saat mendengar lagu Didi Kempot ini.

Baca Juga :  Lagu Indonesia tentang Rindu dan LDR buat Kalian yang Ga Bisa Bertemu karena Wabah Virus Corona

Koyo ngene rasane wong nandang kangen
Rino wengi atiku rasane peteng
Tansah kelingan kepingin nyawang
Sedelo wae uwis emoh tenan

Cidro janji tegane kowe ngapusi
Nganti sprene suwene aku ngenteni
Nangis batinku nggrantes uripku
Teles kebes netes eluh neng dadaku

Dudu klambi anyar sing nang njero lemariku
Nanging bojo anyar sing mbok pamerke neng aku
Dudu wangi mawar sing tak sawang neng mripatku
Nanging kowe lali nglarani wong koyo aku
Neng opo seneng aku yen mung gawe laraku
Pamer bojo anyar neng ngarepku

Kalung Emas

Lagu Didi Kempot yang berjudul Kalung Emas ini juga gak kalah ambyar dengan lagu Didi Kempot lainnya. Lagu ini mengibaratkan kalung emas yang digunakan oleh sang kekasih memudar, seiring itu memudar pula cinta sang kekasih. Padahal kalung emas tersebut dibeli dengan penuh perjuangan untuk sang kekasih, tetapi sang kekasih malah lupa diri dan bikin sakit hati. Duh, kerasa banget kan betapa ambyar hati kita jika kita mengalami hal seperti di lagu Didi Kempot itu?

Kalung emas sing ono gulumu

Saiki wis malih dadi biruLuntur koyo tresnamu, luntur koyo atimu

Saiki kowe lali karo akuKalung emas kuwi biyen tak tuku

Tak pasrahke mung kanggo sliramu

Gedhe roso tresnaku yo mung kanggo sliramu

Ra nyono kowe lali karo aku
Loro atiku, atiku keloro-loro

Rasane nganti tembus ning dodo

Nangisku iki mergo kowe sing njalari

Kebangeten opo salahku iki

Opo dosaku iki

Itulah deretan lagu kenangan Didi Kempot yang bisa bikin hati kita ambyar kala mendengarnya. Didi Kempot memang sosok maestro yang begitu berjasa dalam dunia seni musik tanah air. Bukan sekadar lagu-lagunya, tetapi kecintaannya dalam melestarikan budaya Jawa juga luar biasa. Didi Kempot konsisten berkarya selama 30 tahun dengan membuat lagu-lagu Campursari dan berhasil mengangkat derajat lagu Campursari di kalangan anak muda.

Di sini kita bisa belajar untuk konsisten, tekun, berjuang, dan tetap bangga akan akar budaya sendiri. Meninggalnya Didi Kempot memang membuat hati kita ambyar, tetapi semangat untuk berkarya tidak boleh ambyar. Karya dan jasa Didi Kempot akan terus dikenang dan tak pernah ambyar sepanjang waktu. Kami akan selalu mengenangmu Pakde Didi Kempot. Selamat jalan!

Leave a Reply