Niat Puasa Idul Adha, Lengkap dengan Ayatnya!

Niat puasa Idul Adha perlu diketahui oleh umat Islam, khususnya ketika menjalankan puasa sunnah. Ada dua jenis puasa sunnah yang dilakukan menjalang Iduladha, yaitu Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.

Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijah, sedangkan Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijah.

Kedua puasa Idul Adha tersebut memiliki keutamaan yang besar. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan puasa sebelum Idul Adha.

Gunakan aplikasi Sweetrip Indonesia untuk membaca resep lebih mudah
Unduh

Artikel Terkait:

Berdasarkan hasil Sidang Isbad Kementerian Agama Republik Indonesia (RI), tanggal 1 Dzulhijah ditetapkan pada Jumat (1/7/2022). Artinya, hari Iduladha dirayakan pada tanggal 10 Juli 2022.

Niat Puasa Idul Adha

Kalau membahas puasa sebelum Idul Adha, berarti Anda melaksanakan 2 puasa sunnah, yaitu Tarwiyah dan Arafah. Bagaimana niat dan keutamaan kedua puasa sunnah tersebut? Simak penjelasan selengkapnya mengenai niat puasa Idul Adha berikut ini!

1. Niat Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijah

Berikut ini adalah ayat yang menyebutkan niat Puasa Tarwiyah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى

Baca Juga :  Resep Soto Babat Lamongan yang Nikmat

“Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati yaumit tarwiyah lillâhi ta‘ālā.”

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah esok hari karena Allah SWT.”

Dilansir dari Merdeka.com, puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada 8 Dzulhijah akan mengampuni dosa setahun yang lalu.

2. Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijah

Berikut ini adalah ayat yang menyebutkan niat Puasa Arafah:

 نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لل تعالى

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya berniat puasa sunah Arafah karena Allah ta’ala”

Dalam HR. Muslim No. 1162 dijelaskan, “Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari ‘Asyura’ (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.”

Pada tanggal 9 Dzulhijah, jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Wukuf di Arafah berarti beristirahat sejenak untuk mengingat mengingat peristiwa ketika Nabi Adam dan Hawa diturunkan ke bumi dari surga karena mengingkari perintah Allah SWT dan jatuh kepada tipu daya Iblis.

Sementara itu, umat Islam yang tidak melaksanakan haji dianjurkan untuk menjalani ibadah Puasa Arafah.

Ibadah 10 Hari Dzulhijah

Tidak hanya melaksanakan puasa sebelum Idul Adha, tapi umat Islam juga diharapkan memperbanyak ibadah selama 10 hari pertama sebelum Iduladha sebagaimana tertera dalam hadis:

Baca Juga :  Resep Tongseng Sapi Santan Paling Nikmat

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)”

“Para sahabat bertanya: ‘Tidak pula jihad di jalan Allah?’ Nabi SAW menjawab: ‘Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun’,” . (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah. Hadits yang dilansir dari Merdeka.com).

Makna Hari Iduladha bagi Umat Islam

Iduladha merupakan salah satu hari raya umat Islam. Hari Iduladha biasa dikenal juga dengan sebutan hari raya kurban.

Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijah. Namun, penyembelihan hewan kurban juga bisa dilakukan pada tiga hari tasyrik 11-13 Dzulhijah.

Kurban merupakan salah satu ibadah yang bersifat sunnah muakadah, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan.

“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan [kurban], agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah [Muhammad] kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh [kepada Allah],” (Q.S. Al-Hajj [22]: 34).

Baca Juga :  Resep Tongseng Jeroan Sapi

Perintah kurban bermula dari kisah ketaatan Nabi Ibrahim AS ketika diperintahkan Allah SAW untuk mengorbankan anaknya Ismail.

Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah tersebut karena ketaatannya pada Allah SWT. Atas kemurahan Allah SWT, penyembelihan Nabi Ismail kemudian digantikan dengan kurban kambing.

Hingga saat ini penyembelihan hewan kurban menggunakan daging sapi dan daging kambing. Itulah penjelasan lengkap mengenai niat puasa Idul Adha beserta maknanya.

Penyembelihan daging kurban merupakan salah satu moment yang dinantikan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Simak dan ikuti rekomendasi aneka Resep Daging untuk Idul Adha, yaitu resep gulai sapi, resep rendang Padang, resep daging lapis kecap, resep lapis daging telur, resep lapis daging bumbu kecap, resep lapis daging kentang, resep lapis daging Jawa Timur, dan lain-lainnya.

Baca juga Cara Membersihkan Daging Sapi Kurban yang Benar, Jangan Dicuci!

Ingin membaca artikel kami yang lainnya? Download aplikasi Sweetrip Indonesia dengan klik di sini