Potret Pesona Kota Surakarta “Solo” yang Jadi Kota Kenangan Didi Kempot

Kemarin kita semua baru saja berduka atas meninggalnya salah satu maestro campursari tanah air, Didi Kempot. Kepergiannya yang begitu mendadak membuat banyak orang merasa kehilangan, termasuk para petinggi dan pesohor tanah air. Wajar saja, Didi Kempot merupakan sosok yang baik hati, konsisten, bangga akan budaya sendiri, dan dermawan karena memiliki rasa peduli tinggi terutama di tengah pandemi Virus Corona ini.

Salah satu hal yang identik dengan sosok mendiang Didi Kempot adalah Kota Surakarta atau biasa kita kenal dengan nama Solo. Kota Surakarta atau Solo ini menjadi salah satu kota yang begitu lekat dengan Didi Kempot. Bagaimana tidak? Sejumlah lagu milik Didi Kempot mengambil latar tempat-tempat di Kota Surakarta atau Solo, bahkan dijadikan sebagai judul lagu hingga mendunia. Sweet Couple yang Sobat Ambyar fans Didi Kempot pasti tahu dong lagu “Stasiun Balapan” dan “Terminal Tirtonadi’? Ya, dua lagu milik Didi Kempot itu mengambil 2 tempat utama yang ada di Kota Surakarta atau Solo.

Kira-kira seperti apa sih pesona Kota Surakarta “Solo” ini sehingga mampu menjadi kota kenangan almarhum Didi Kempot? Mari kita simak potret pesona Kota Surakarta alias Solo yang jadi Kota Kenangan Didi Kempot ini.

Surakarta/Solo

Kota Surakarta atau biasa dikenal dengan nama Kota Solo merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Tengah setelah Kota Semarang. Kota ini memiliki luas 44 km2 dan dikelilingi oleh Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Sukoharjo. Kota Surakarta atau Solo sendiri sudah dikenal sejak lama dan telah berdiri sejak 17 Februari 1745. Tak heran jika Kota Surakarta atau Solo ini bisa dibilang sebagai salah satu kota legendaris dan tertua di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Kota kenangan Didi Kempot ini dikenal sebagai salah satu jantung budaya Jawa. Hal ini diperkuat dengan adanya eksistensi Kraton Kasunanan/Kraton Surakarta Hadiningrat dan Puro Mangkunegaran yang telah ada sejak era Kesultanan Mataram. Untuk Kraton Kasunanan, dipimpin oleh raja/sultan yang bergelar Pakubuwono, sedangkan untuk Puro Mangkunegaran dipimpin oleh Adipati Mangkunegara. Saat ini kedua tempat tersebut masih ada dan terawat, bahkan menjadi destinasi wisata unggulan yang wajib dikunjungi saat berada di Surakarta atau Solo.

Eksistensi seni dan budaya Jawa di Kota Surakarta atau Solo ini tak hanya terlihat dari adanya kerajinan batik. Ya, batik Solo merupakan salah satu mahakarya warisan dunia yang tak kalah terkenal dengan batik dari Jogja dan Pekalongan. Batik Solo dipengaruhi oleh adanya kraton di kota Surakarta sehingga memiliki corak warna yang cenderung kecoklatan dan gelap, khas batik Kraton dan pedalaman. Tidak afdol rasanya jika ngomongin Surakarta atau Solo tanpa ngomongin batik kan Sweet Couple?

Baca Juga :  Tempat-Tempat Kenangan Dalam Lagu Didi Kempot

Jika Sweet Couple masih tertarik dengan batik dan segala macamnya, maka Solo juga mempunyai tempat yang bisa bikin Sweet Couple mengenal batik lebih dalam yakni Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Laweyan. Keduanya sama-sama berada di dalam Kota Surakarta dan sama-sama menawarkan pengalaman menjelajah kampung batik dengan segala cerita serta sejarahnya. Sweet Couple gak hanya bisa belanja batik, tetapi juga bisa belajar bikin batik sendiri loh!

Kalau Sweet Couple ingin belanja di Kota Surakarta atau Solo, gak usah khawatir karena Kota Surakarta juga menjadi salah satu destinasi wisata belanja di Pulau Jawa. Sweet Couple bisa belanja beragam kerajinan dan oleh-oleh khas Solo seperti batik. Tempat belanja paling terkenal di Kota Surakarta atau Solo tentu saja Pasar Klewer yang menjadi pusat perdagangan batik di Indonesia. Jangan lupakan juga Pasar Gedhe yang merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Surakarta atau Solo. Di sini Sweet Couple bisa mencicipi kuliner khas Solo yang lezat dan murah-murah harganya. Ada juga Pasar Triwindu yang menjual barang-barang antik. Menarik kan?

Sweet Couple ingin belajar tentang sejarah batik di Solo dan sekitarnya? Ada Museum Batik Danar Hadi yang memamerkan beragam koleksi kain batik dan tekstil dari berbagai penjuru tanah air, khususnya dari wilayah Surakarta dan sekitarnya. Tak hanya itu, Sweet Couple juga bisa melihat koleksi Batik Belanda yakni batik yang dibuat oleh orang-orang Belanda di Indonesia pada era colonial dan dipengaruhi oleh budaya Eropa.

Kota Surakarta atau Solo ini juga memiliki museum tertua di Indonesia loh Sweet Couple! Nama dari museum ini adalah Museum Radya Pustaka. Museum Radya Pustaka sudah ada sejak tahun 1890. Museum ini menyimpan dan menawarkan berbagai koleksi bersejarah seperti arca, wayang kulit, buku-buku kuno, dan pusaka adat lainnya.

Baca Juga :  10 Lagu-lagu Kenangan Didi Kempot Yang Bikin Hati Ambyar!

Kota Surakarta atau Solo ini juga tergolong sebagai kota yang enak untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Bagaimana tidak? Jalan utama di Kota Solo yakni Jalan Slamet Riyadi memiliki fasilitas trotoar yang memadai untuk berjalan kaki. Jalan Slamet Riyadi juga dipenuhi oleh banyak pepohonan rindang dan tanaman sehingga membuat suasana jadi lebih nyaman untuk berjalan kaki. Di sepanjang jalan ini, banyak pusat bisnis dan hotel berjejer di kota Surakarta bahkan ikon bersejarah. Dijamin betah jalan kaki di Jalan Slamet Riyadi Kota Surakarta ini.

Kota Surakarta atau Solo juga punya sejumlah taman yang menarik untuk dikunjungi loh. Mulai dari Taman Balekambang, Taman Tirtonadi, Taman Satwa Taru Jurug, dan yang paling terkenal tentu saja Taman Sriwedari. Taman Sriwedari terletak di Jalan Slamet Riyadi dan memiliki Gedung Wayang Orang Sriwedari. Di sini, kita bisa menyaksikan pertunjukan Wayang Orang yang menjadi salah satu warisan budaya Jawa yang masih lestari di Kota Surakarta atau Solo.

Solo juga punya banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi oleh Sweet Couple. Kota kenangan Didi Kempot ini gak kalah wisatanya dengan daerah tetangga seperti Jogja. Mulai dari wisata sejarah seperti Kraton Kasunanan, Puro Mangkunegaran, Benteng Vastenburg, Museum Radya Pustaka, De Tjolomadoe; lalu wisata budaya seperti Taman Sriwedari, Museum Batik Danar Hadi; dan wisata belanja seperti Pasar Klewer, Pasar Gedhe, dan Pasar Triwindu. Dijamin puas deh jalan-jalan wisata di Kota Surakarta alias Solo ini.

Kota Surakarta atau Solo yang menjadi kota kenangan Didi Kempot ini juga sangat terkenal sebagai surga kuliner. Pilihan kuliner yang beragam dan harganya yang sangat terjangkau serta rasa yang lezat membuat kuliner Solo menjadi salah satu kuliner favorit wisatawan. Mulai dari Nasi Liwet, Timlo Solo, Gudeg Ceker, Srabi Notosuman, Tengkleng, Intip, Selat Solo, Sate Kere, Pecel Solo, dan masih banyak lagi. Rasanya gak afdol kalo ke Solo tapi gak nyicipin kulinernya.

Sesuai dengan slogan pariwisata Surakarta atau Solo yang berjudul “Solo The Spirit of Java”, Kota Solo yang menjadi kota kenangan Didi Kempot ini memang benar-benar jiwa dan jantungnya budaya Jawa. Salah satu buktinya adalah adanya karnaval budaya paling terkenal di Solo yakni Solo Batik Carnival, sebuah festival budaya tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta. Di Solo Batik Carnival ini, para peserta berdandan dengan kostum batik ala karnaval yang meriah dan berjalan ala catwalk menyusuri Jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta. Biasanya, Solo Batik Carnival ini diadakan pada bulan Juni setiap tahunnya. Jadi, kalau mau menyaksikan sebaiknya jangan lupa catat tanggalnya ya!

Baca Juga :  Lagu Terakhir Didi Kempot “Ojo Mudik”, Pesan Didi Kempot agar Tidak Mudik di Tengah Virus Corona

Ngomongin Solo, gak lengkap kalau gak ngomongin Sungai Bengawan Solo. Ya, sungai terpanjang di Pulau Jawa yang mengalir dari wilayah Wonogiri, Jawa Tengah hingga Gresik, Jawa Timur ini memang menjadi salah satu ikon kota kenangan Didi Kempot tersebut. Sungai Bengawan Solo mengalir di sebelah timur Kota Surakarta dan menjadi pembatas dengan kabupaten sekitarnya. Sungai Bengawan Solo ini juga begitu terkenal karena dijadikan judul lagu oleh musisi Gesang berjudul “Bengawan Solo”.

Terakhir, dua tempat ikonik yang menjadi judul lagu milik Didi Kempot dan berada di Kota Surakarta atau Solo adalah Stasiun Solo Balapan dan Terminal Bus Tirtonadi. Kedua tempat ini merupakan pusat transportasi darat di kota Surakarta atau Solo dan melayani perjalanan masing-masing moda ke berbagai kota di Pulau Jawa. Tempat ini menginspirasi Didi Kempot untuk membuat lagu karena kedua tempat ini identik sebagai tempat bertemu dan berpisahnya banyak orang. Tak heran jika lagu “Stasiun Balapan” dan “Terminal Tirtonadi” sama-sama bertema perpisahan, kerinduan, dan patah hati karena tidak bertemu lagi dengan kekasih hati.

Itulah sejumlah potret cerita dan keunikan Kota Surakarta alias Solo yang menjadi kota kenangan Didi Kempot. Ternyata Kota Surakarta atau Solo ini memang istimewa sehingga tak heran jika Didi Kempot begitu terpesona dan terinspirasi dalam berkarya dengan mengangkat hal-hal yang berbau Solo. Solo atau Surakarta ini memang menarik dan indah untuk dikunjungi, tetapi dengan adanya pandemi virus Corona membuat kita semua harus menaati aturan pemerintah dan tidak bepergian terlebih dahulu. Setidaknya dengan membaca ulasan ini, Sweet Couple jadi tahu mengenai pesona dan istimewanya Kota Solo yang menjadi kota kenangan Didi Kempot. Tunggu sampai Corona usai, baru deh mengunjungi Kota Solo. Setuju ya Sweet Couple?

Leave a Reply