5 Fakta Bubur Suro yang Perlu Anda Ketahui

Ada banyak tradisi untuk merayakan Tahun Baru Hijriyah atau Tahun Baru Islam, salah satunya dengan membuat resep Bubur Suro. Namun, tahukah Anda fakta bubur suro yang biasanya ada saat perayaan 1 Suro ini?

Mungkin masih banyak yang belum tahu mengenai fakta-fakta unik dari olahan resep bubur yang satu ini. Momen ini menjadi saat yang ditunggu-tunggu oleh banyak umat muslim termasuk di Indonesia.

Bagi umat Muslim di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, momen 1 Suro ini biasa disambut dengan meriah. Ada tradisi unik di mana masyarakat membuat bubur suro jelang dan saat perayaan Tahun Baru Islam.

JADI CONTENT CREATOR SWEETRIP DAN RASAKAN MANFAATNYA
GABUNG

Artikel Terkait:

Bubur ini tentunya bukan sembarang bubur. Bubur ini diyakini memiliki nilai filosofi dan sejarah yang tinggi. Tak heran jika bubur ini menjadi sakral dan dianggap bisa membawa berkah di momen spesial Tahun Baru Hijriyah.

Oleh karena itu, kami ajak Sweet Couple untuk menyimak keunikan fakta bubur suro yang satu ini agar semakin paham dengan nilai-nilai dalam hidangan ini.

Kira-kira ada apa saja ya? Yuk simak fakta bubur suro berikut ini!

Fakta Bubur Suro 1: Sebagai Tanda Peringatan Keselamatan Nabi Nuh

Fakta Bubur Suro yang pertama yakni rupanya bubur ini dibuat sebagai tanda peringatan keselamatan Nabi Nuh. Seperti yang kita ketahui, Nabi Nuh berada di bahtera mengarungi air bah selama 40 hari.

Ada yang berpendapat bahwa bubur suro ini berasal dari sisa-sisa makanan yang ada di bahtera Nabi Nuh. Beberapa di antaranya ialah kacang poi, kacang adas,ba’ruz, tepung dan kacang hinton. Semuanya dimasak bersamaan dan menjadi hidangan yang disebut bubur suro.

Fakta Bubur Suro 2: Sebagai Tanda Dimulainya Tahun Baru Hijriyah

Fakta Bubur Suro yang kedua tentunya tak lepas dari nama bubur ini sendiri. Sudah pasti bubur suro diperingati sebagai tanda dimulainya Tahun Baru Hijriyah atau Tahun Baru Islam.

Sesuai namanya, bubur ini menadainya hari pertama Kalender Jawa pada bulan Suro yang bertepatan dengan 1 Muharam kalender Hijriyah. Kalender Jawa dibuat oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo dan dibuat berdasarkan Kalender Hijriyah.

Pastinya bubur ini menandai ungkapan syukur atas berkah dari Tuhan Yang Mahakuasa khususnya di momen pergantian tahun tersebut. Bubur tersebut disajikan dengan aneka sesajian lain dan dinikmati bersama-sama agar rasa syukur dan kebahagiaan bisa dirasakan bersama-sama.

Baca Juga :  Resep Bubur Jagung Manis Aceh

Fakta Bubur Suro 3: Harus Ada 7 Jenis Kacang-Kacangan di Dalamnya

Fakta unik bubur suro yang lainnya yaitu isiannya harus ada 7 jenis kacang-kacangan di dalamnya. Tujuh jenis kacang tersebut yaitu kacang tanah, kacang mede, kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah, dan lain sebagainya.

Apa sih makna dari 7 jenis kacang-kacangan tersebut? Tujuh jenis kacang tersebut melambangkan adanya 7 hari dalam seminggu. Hal tersebut menunjukkan bahwa Tuhan senantiasa memberikan kita berkah yang cukup selama 7 hari dalam seminggu. Luar biasa kan?

Fakta Bubur Suro 4: Bahan-Bahan Isiannya Penuh dengan Filosofi dan Makna

Seperti yang kita ketahui bersama, bubur suro ini bukanlah sembarang bubur. Bubur ini penuh filosofi dan makna khususnya dari bahan-bahannya.

Ada 7 buah-buah dan 7 jenis kacang berbeda di dalam bubur tersebut. Buah dan kacang tersebut melambangkan tujuh hari dalam seminggu di mana Tuhan senantiasa memberikan berkah kepada kita setiap hari.

Ada juga kacang kedelai hitam yang melambangkan watak mituhu atau berbuat baik dan menaati aturan dari paara tetua. Ada pula telur ayam yang dipotong melambangkan kehidupan yang berkesinambungan di dunia.

Tak ketinggalan pula serundeng yang melambangkan bahwa kita harus berguna bagi sesama seperti tanaman kelapa. Selain itu, adanya rujak di dalamnya melambangkan bahwa manusia harus menjalani kehidupan dengan penuh antusias dan semangat.

Baca Juga :  Resep Candil Pandan Bubur Sumsum

Tidak disangka ya ternyata hidangan ini setiap isian dan komposisinya penuh filosofi mendalam.

Fakta Bubur Suro 5: Penyajiannya dengan Uba Rampe/Pelengkap Sesaji

Fakta terakhir dari Bubur Suro ini adalah bubur ini disajikan dengan uba rambe atau pelengkap sesaji. Ya, Sweet Couple tidak salah karena bubur ini disajikan dengan pelengkap sesaji seperti sirih, bunga, janur kuning, dan buah-buahan.

Hal ini sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan karena memberikan kesempatan untuk bisa menikmati tahun yang baru. Selain itu, juga adanya harapan akan adanya kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

Itulah 5 fakta bubur suro yang wajib Anda ketahui. Rupanya hidangan ini bukan sembarang bubur dan benar-benar penuh filosofi mendalam di setiap komposisinya.

Kira-kira fakta manakah yang paling membuat Sweet Couple tercengang? Atau adakah fakta lainnya yang belum disebutkan?

Apapun itu, hidangan dan tradisi ini perlu dilestarikan karena merupakan salah satu kearifan lokal bangsa Indonesia. Selain itu, tujuannya pun baik karena melambangkan ungkapan syukur atas rahmat melimpah dari Sang Pencipta.

Simak juga filosofi dan sejarah Bubur Suro agar semakin paham dengan tradisi yang satu ini!

Ingin membaca artikel kami yang lainnya? Download aplikasi Sweetrip Indonesia dengan klik di sini

Artikel disadur dari food.detik.com