Filosofi Bubur Suro, Makanan Khas Tahun Baru Islam

Bubur suro adalah hidangan yang identik dengan perayaan Tahun Baru Islam atau 1 Muharram. Filosofi bubur suro ternyata sangat menarik dan melekat dengan kepercayaan masyarakat Jawa.

Saat ini bubur suro memang dikenal sebagai makanan yang sering dihidangkan saat Tahun Baru Islam. Namun, apakah Anda mengetahui filosofi di balik bubur suro yang sebenarnya?

Anda bisa mencoba sendiri hidangan lezat ini dengan mengikuti caranya di artikel Resep Bubur Suro Super Nikmat.

JADI CONTENT CREATOR SWEETRIP DAN RASAKAN MANFAATNYA
GABUNG

Artikel Terkait:

Selain mencoba resepnya, Anda juga perlu mengetahui makna dan filosofi bubur suro bagi masyarakat setempat seperti sekarang. Simak penjelasan berikut ini!

Filosofi Bubur Suro

Bagi masyarakat di Jawa, bubur suro merupakan lambang dari rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa.

Bubur suro biasanya disajikan sebagai persembahan dan doa untuk meminta rezeki, kesehatan, dan keselamatan hidup.

Bubur ini terbuat dari beras, santan, garam, jahe, dan sereh. Bubur ini biasa disajikan dengan opor ayam dan sambal goreng labu siam.

Bubur suro sebenarnya dimasak dan dihidangkan untuk merayakan hari pertama dalam penanggalan kalender Jawa pada bulan Suro atau Sura.

Tanggal 1 Suro bertepatan dengan 1 Muharram dalam Tahun Hijriyah. Oleh karena itu, makanan ini dimaknai sebagai simbol perayaan Satu Suro sekaligus Tahun Baru Islam.

Baca Juga :  Resep Onigiri Smoked Beef

Bubur suro menggunakan 7 jenis kacang, yaitu kacang tanah, kacang mede, kacang hijau, kedelai, kacang merah, kacang tholo, dan kacang bogor. Ada kacang yang digoreng dan direbus.

Sirih yang digunakan dalam menyajikan hidangan tersebut melambangkan asal-usul dan bentuk penghormatan kepada para leluhur.

Sirih lengkap akan diletakkan dalam bokor kuningan atau tembaga yang selalu hadir sebagai kelengkapan dalam ritual perlintasan Jawa dengan makna yang sama.

Terlepas dari kepercayaan adat Jawa, bubur suro saat ini melambangkan ungkapan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki kepada umatNya.

Itulah filosofi bubur suro yang kelezatannya digemari oleh banyak orang.

Kelezatan Cita Rasa Bubur Suro

Kalau dibandingkan dengan bubur khas nusantara lainnya, bubur suro memiliki kelezatan tersendiri yang lebih otentik.

Ciri khas bubur ini adalah perpaduan rasa yang sedikit pedas dan gurih. Rasanya sesuai dengan selera kebanyakan orang Indonesia.

Bubur ini dimasak menggunakan santan. Tidak lupa juga dengan potongan daging ayam yang menambah kelezatannya. Coba resepnya di sini!

Ingin membaca artikel kami yang lainnya? Download aplikasi Sweetrip Indonesia dengan klik di sini