Sejarah Bubur Asyura, Makanan Setiap Tanggal 10 Muharram

Bubur Asyura lebih sering disajikan setiap tanggal 10 Muharram, yaitu bertepatan dengan Puasa Asyura. Makanan ini memang masih berkaitan dengan tradisi Tahun Baru Islam.

Kalau Tahun Baru Islam atau 1 Muharram identik dengan Bubur Suro, maka tanggal 10 Muharram identik dengan sajian Bubur Asyura.

Bagaimana sejarah bubur asyura hingga sekarang ini dikenal sebagai makanan buka puasa 10 Muharram? Informasi tersebut tentunya sangat menarik untuk diketahui.

JADI CONTENT CREATOR SWEETRIP DAN RASAKAN MANFAATNYA
GABUNG

Artikel Terkait:

Simak penjelasan selengkapnya mengenai sejarah Bubur Asyura berikut ini!

Sejarah Bubur Asyura

Sejarah Bubur Asyura berhubungan erat dengan peringatan hari ke-10 di bulan Muharram. Setiap tanggal 10 Muharram, umat Islam melaksanakan Puasa Asyura.

Keutamaan puasa Asyura 10 Muharram sebagaimana dijelaskan dalam hadits dari Abu Qatadah, bahwa Puasa Asyura bisa menghapus dosa-dosa kita selama setahun yang telah berlalu.

Di beberapa daerah di Indonesia, masyarakat memperingati 10 Muharram dengan menghidangkan Bubur Asyura. Puasa ini memang bersifat sunnah, tetapi sebagian besar umat Islam melaksanakannya.

1. Bubur Asyura pada Zaman Nabi Nuh

Berbagai sumber menjelaskan bahwa Bubur Asyura sudah ada sejak masa Nabi Nuh. Kala itu Nabi Nuh bersama kaumnya yang beriman selamat dari banjir besar dengan menaiki perahu.

Baca Juga :  Resep Mentai Rice Sederhana ala Rumahan

Dilansir dari beberapa sumber, saat itu perahu Nabi Nuh AS siap berlayar pada Hari Asyuro. Beliau meminta kaumnya untuk menyiapkan perbekalan, yaitu sekepal kacang fuul (sejenis kedelai), sekepal adas (biji-bijian), beras, gandum, dan jelai. Bahan-bahan tersebut dimasak menyerupai bubur.

Peristiwa tersebut diduga sebagai asal muasal tradisi memasak bubur dengan aneka sayuran dan biji-bijian pada Hari Asyura.

2. Sejarah dan Tradisi Memasak Bubur Asyura di Indonesia

Bubur Asyura cukup terkenal di Indonesia, terlebih lagi saat Puasa Asyura 10 Muharram. Banjarmasin dan Langkat merupakan wilayah yang menjalankan ibadah 10 Muharram dengan tradisi menghidangkan Bubur Asyura.

Kalau di Banjarmasin, bubur ini menggunakan ceker ayam, kacang panjang, jagung pipil, wortel, kentang, daun bawang, dan lain sebagainya.

Pada umumnya, ciri khas bubur asyura memang menggunakan aneka sayur dan biji-bijian. Tidak lupa juga dengan sayap atau ceker ayam yang menambah kenikmatan cita rasanya.

Moment memasak bubur di Hari Asyura merupakan bentuk gotong royong sesama masyarakat. Biasanya orang-orang mulai menyiapkan bahan-bahan yang beragam dari pagi hari dan memasaknya hingga matang.

Kemudian bubur dibagikan dari rumah ke rumah. Bubur Asyura merupakan menu buka puasa bagi orang-orang yang menjalankan Puasa Asyura.

Baca Juga :  Resep Ramen Kering ala Rumahan

Kalau mau mencoba resepnya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah memasak yang paling praktis pada artikel Resep Bubur Asyura Banjar untuk 10 Muharram.

Ingin membaca artikel kami yang lainnya? Download aplikasi Sweetrip Indonesia dengan klik di sini